https://kingofsolution.wordpress.com/2015/11/05/konsultan-hbu-highest-best-use/



Ilmu atau keperluan Appraisal sendiri sebenarnya belum terlalu terkenal di Indonesia apabila kita bandingkan dengan ilmu-ilmu lainnya, misalnya hukum juga accountant, tetapi meskipun demikian telah ada bebrapa perangkat hukum yang menyatakan pengakuan tentang Appraisal , yaitu:

3.    Keputusan Presiden No 35 tahun 1992
4.   Inpres No 9 tahun 1993 – tentang  Pedoman-pedoman pelaksanaan pencabutan hak-hak atas tanah dan benda-benda yang ada di atasnya, jelasnya pada pasal 5 menyebutkan “ adanya Panitia Penapsir”
5.  Peraturan Presiden No 66 tahun 2006 di mana ditandainya dengan berdirinya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang mana salah satu bagiannya adalah Direktorat Penilaian Kekayaan Negara. 

Profesia Penilaian di Indonesia telah di atur juga dalam Standard  Penilaian Indonesia (SPI) yang terbit terakhir pada tahun 2007, serta di atur juga dalam Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
Sementara untuk asosiasinya jasa Penilai di Indonesia yaitu :
1.    Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), dan
2.    Gabungan Perusahaan Penilai Indonesia ( GAPPI)


Adapun Penbagian Konsultasi  untuk Appraisal itu sendiri dapat di bagi menjadi beberapa bidang, yaitu:

1.  Appraisal terhadap Tanah dan Bangunan termasuk yang ada di dalamnya dan pengembangan lainnya atas Objek Tanah yang di maksud
2.  Appraisal terhadap Perhutani ( Perikanan, Kehutanan, pertanian, perkebunan juga peternakan
3.  Appraisal terhadap migas/pertambangan
4. Appraisal terhadap alat komunikasi, peralatan meliter, perabotan, peralatan kantor, laboratorium, utilities, kesehatan serta alat berat
5.  Appraisal terhadap Instalasi dan Equipment baik itu yang di rangai menjadi satu kesatuan satu dengan yang lain ataupun yang berdiri sendiri.

Bagaimana dengan usaha (bisnis) yang sedang berjalan, apakah dapat juga di lakukan Appraisal? Tentu.  Ia.  Khusus dengan bisnis atau usaha yang sedang berjalan atau sebuah asset yang di kelola untuk mendapatkan profit, dapat di bagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu:


http://goldenaway.blogspot.com/2014/02/konsultan-appraisal-asset-independent.html


6.   Activa yang tak berwujud
7.  Surat berharga serta derivasinya, misalnya sebuah peusahaan yang akan GO PUBLIC , maka perlu di lakukan Appresial untuk nenentukan nilai kekayaan bersih atau dalam rangka penjaminan hutang (penerbitan Obligasi)
8.  Opini kewajaran
9. Economi Damage – kerugian yang di akibatkan oleh sebuah proses bisnis atau peristiwa tertentu lainnya. Baik itu kerugian terhadap lingkungan sekitar (alam) atau terhadap manusia
10.       Hak dan kewajiban perusahaan


Dalam melakukan sebuah appraisal (penilaian), seorang appraiser dapat melakukannya dengan 3 metode pendekatan, yaitu:

1.  Pendekatan terhadap Biaya ( cost approach), Misalnya . melakukan appraisal biaya terhadap pembangunan sebuah gedung
2.  Pendekatan dari nilai Pasar ( Market Value approach), misalnya , menentukan nilai pasar dari sebidang objek tanah.

Pengabungan dari kedua metode di atas  appraiser dapat menentukan nilai dari sebuah objek Properti yang di sebut dengan Nilai Appraisal
                                
3.  Pendekatan terhadap Pendapatan (income approach)
Metode pendekatan ini di peruntukkan khusus terhadap sebuah perusahaan/usaha yang sedang berjalan atau sebuah asset yang di kelola demi untuk menghasilkan profit

            Semoga artikel ini dapat membantu minimal menambah pengetahuan semua pembaca tentang APPRAISALdi Indonesia.  Demikian juga peluangnya yang sangat  terbuka di Indonesia.
Apabila bapak/Ibu membutuhkan perusahaan appraisal / penilai yang jujur, professional di Indonesia, mohon hubungi kami di :


ALI Purba Mr
Head  Office : STC Senayan , Lt 4 ruang 31-34
Jl. Asia afrika-pintu IX-Gelora senayan-Jakarta pusat 10270


 
BISNIS STRATEGI DAN ISO SERTIFIKASI | 081380163185 © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top